PEMALANG , LENSACYBER.COM — Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Citywalk Pemalang, khususnya di sekitar area kantor Pegadaian, menuai keluhan masyarakat. Lonjakan jumlah pedagang yang tidak terkendali pada malam hari dinilai telah merusak estetika, kebersihan, serta fungsi utama fasilitas publik.
Berdasarkan pantauan dan informasi dari warga setempat, kawasan pedestrian yang semestinya menjadi ruang nyaman bagi pejalan kaki kini mengalami penurunan kualitas lingkungan.
Lantai granit yang menjadi ikon keindahan kawasan tersebut tampak kotor akibat sisa aktivitas perdagangan dan tumpukan sampah.
“Pedagang makin banyak dan tidak terkendali, terutama saat malam hari. Dampaknya, lantai granit Citywalk jadi kotor dan terlihat semrawut,” ujar salah seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, Selasa (27/10).
Kritik senada disampaikan oleh pengunjung lainnya. Ia menilai pembiaran terhadap kondisi ini akan menghilangkan fungsi Citywalk sebagai ruang publik yang ramah pejalan kaki dan representatif bagi warga Pemalang.
“Kami berharap ada perhatian khusus dan langkah konkret dari Satuan Tugas (Satgas) maupun instansi terkait untuk melakukan penertiban serta penataan,” ungkapnya.
Masyarakat dan pengunjung mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta dinas kebersihan setempat untuk segera turun tangan.
Penertiban ini diharapkan mampu mencari solusi terbaik, di mana para pelaku usaha mikro tetap dapat mencari nafkah tanpa mengabaikan aturan tata ruang, kebersihan, dan kenyamanan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penataan kawasan tersebut.








Tidak ada Respon