Guncang GOR Pangsuma Pertunjukan Koreografi SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Hipnotis Penonton dan Juri

Berry Pratama
A-AA+A++

PONTIANAK, LENSACYBER.COM — Gelanggang Olahraga (GOR) Pangsuma menjadi saksi bisu leburan loyalitas dan kreativitas tanpa batas dari SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Dalam ajang kompetisi suporter pelajar se-Kalimantan Barat pada Jumat (7/8/2026), pasukan berbalut nuansa hijau-putih ini sukses menyajikan pertunjukan spektakuler yang menetapkan standar baru seni tribun di Bumi Khatulistiwa.

​Bukan sekadar hadir memberi dukungan, massa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak menyulap sudut tribun menjadi panggung mahakarya megah, terstruktur, dan meledak-ledak penuh energi sejak awal laga.

​Keberhasilan atraksi kolosal ini tak lepas dari peran sentral sang Capo, Zacky. Berdiri tegak di panggung komando, Zacky bertindak bak maestro yang memimpin simfoni ribuan suara. Hanya dengan gestur tangan dan tatapan yang presisi, ia mampu menggerakkan ribuan siswa dalam satu irama yang utuh.

Baca Juga :  76 Bintara dan 18 Tamtama Lulus Terpilih dalam Sidang Akhir Penerimaan Polri T.A 2026 di Polda Kalbar

​Dentuman drum perkusi yang bertalu-talu bukan sekadar pembakar semangat, melainkan instrumen kompetisi yang menguji keselarasan, kekompakan, hingga ketahanan fisik.

​”Di bawah aba-aba Zacky, kami tidak sekadar bernyanyi. Setiap ketukan drum, kibaran bendera, dan gemuruh teriakan adalah bagian dari karya seni yang kami pertaruhkan. Kami hadir untuk menjadi yang terbaik,” ujar salah satu penabuh drum suporter SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Senin (10/8/2026).

​Atraksi visual yang disajikan benar-benar memanjakan mata juri dan penonton. Kibaran bendera raksasa berpadu elok dengan koreografi tangan yang sangat padu. Ribuan suara menyatu menjadi gelombang energi yang menggetarkan fondasi GOR Pangsuma.

Baca Juga :  Polda Kalbar Hadiri Munas PB ABTI 2026 di Pontianak, Dukung Kemajuan Olahraga Bola Tangan

​Istimewanya, militansi yang membara ini jauh dari kesan anarkis. Nilai Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) terpatri nyata dalam aksi yang terorganisir, santun, dan sarat estetika tinggi.

​Di penghujung pertunjukan, tepuk tangan riuh membahana dari seluruh penjuru gelanggang. Penampilan tanpa cela ini kian menegaskan posisi SMA Muhammadiyah 1 Pontianak sebagai kandidat terkuat memboyong trofi juara tahun ini.

​Di GOR Pangsuma, mereka berhasil membuktikan bahwa tribun bukan sekadar tempat menonton melainkan panggung tempat dedikasi, seni, dan persaudaraan menyatu secara sempurna.