Lensacyber.com – Pandeglang – Menanamkan kebiasaan bersih dan sehat sejak dini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Konsep inilah yang diusung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University melalui program SIPILAH, singkatan dari Siswa Pintar Pilah Sampah, di Desa Teluk, Kabupaten Pandeglang.
Program ini menyasar 104 siswa kelas 4 dari SDN Teluk 2 dan SDN Teluk 3. Kegiatannya dikemas dengan metode interaktif, mulai dari penyampaian materi, praktik langsung, hingga games edukatif agar mudah dipahami anak-anak.
Tahap pertama SIPILAH digelar di SDN Teluk 2 pada Senin, 27 Juli 2026 dengan peserta 47 siswa. Kemudian dilanjutkan di SDN Teluk 3 pada Kamis, 30 Juli 2026 yang diikuti 57 siswa.
Berangkat dari Temuan di Lapangan
Ide SIPILAH muncul setelah mahasiswa melihat masih banyak kebiasaan kurang sehat di lingkungan sekolah. Seperti anak yang bermain tanpa alas kaki, cuci tangan tanpa sabun, dan membuang sampah sembarangan.
Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan masalah kesehatan karena sampah yang menumpuk bisa jadi sarang nyamuk dan tikus. Mahasiswa juga menemukan masih banyak anak yang belum bisa membedakan sampah rumah tangga dengan sampah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun.
Melalui SIPILAH, mahasiswa ingin menanamkan kebiasaan PHBS dan pengelolaan sampah sejak kecil, agar bisa diterapkan siswa di sekolah maupun di rumah.
Belajar PHBS Pakai Lagu dan Games
Supaya tidak membosankan, materi PHBS disampaikan dengan media visual yang ramah anak. Siswa juga diajak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan pakai sabun dengan diiringi lagu interaktif. Cara ini membuat anak lebih semangat dan gampang mengingat urutannya.
Acara paling ditunggu adalah game pemilahan sampah. Siswa dibagi kelompok lalu berlomba memasukkan sampah ke 3 jenis tempat sampah: organik, anorganik, dan B3. Contoh sampah organik adalah sisa makanan dan daun kering. Sampah anorganik seperti plastik dan kertas. Untuk B3 dicontohkan baterai bekas dan botol cairan pembersih.
Dengan metode learning by doing, anak-anak tidak hanya mendengar teori tapi langsung praktik memilah. Nuansa lomba membuat mereka antusias dan lebih cepat paham.
Ada Pre-test dan Post-test
Untuk mengukur efektivitas program, mahasiswa memberikan 10 soal pre-test sebelum materi dan post-test setelah kegiatan. Soalnya seputar kebersihan diri, PHBS, dan cara memilah sampah. Hasilnya akan jadi bahan evaluasi pemahaman siswa.
Harapan ke Depan
Tim KKNT IPB University berharap kebiasaan baik ini tidak berhenti di sekolah. Siswa diharapkan bisa jadi agen perubahan kecil di rumah, mengingatkan keluarga untuk rajin cuci tangan dan membuang sampah sesuai jenisnya.
“Melalui SIPILAH kami ingin ikut berkontribusi mewujudkan Desa Teluk yang lebih bersih, sehat, dan asri dimulai dari anak-anak,” ujar perwakilan mahasiswa.
(Indra Putra)








Tidak ada Respon