Tebet Eko Park Dikunjungi Satu Juta Orang Per Tahun, Kuota Hari Kerja Disebut Masih Lengang

Lensacyber
A-AA+A++

Jakarta — Lensacyber.com – Tebet Eco Park menjadi salah satu taman kota populer di Jakarta. Jumlah kunjungan tahunan, rata-rata melebihi satu juta orang sejak dibuka tahun 2022. Pada hari kerja, kunjungan masih di bawah batas kapasitas harian, sedangkan kuota akhir pekan dapat terisi penuh.

Informasi dalam portal Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta mencatat sekitar 1,12 juta pengunjung pada 2023, sekitar 950 ribu pada 2024, dan 926.235 pada 2025. Jumlah pengunjung ditahun pertama, 2022, dicatat lebih dari 1,5 juta.

Berdasarkan informasi kuota yang disampaikan, batas kapasitas harian Tebet Eco Park adalah 4.000 pengunjung pada hari kerja dan 5.000 pengunjung pada akhir pekan serta hari libur. Pada Senin hingga Jumat, jumlah kunjungan berkisar 1.000–1.500 orang per sesi. Pengunjungnya didominasi warga sekitar Tebet, pekerja kantoran, komunitas olahraga, dan mahasiswa.
Hari kerja umumnya dimanfaatkan untuk joging pagi atau sore, berjalan santai mencari udara segar, dan bekerja jarak jauh. Suasana taman disebut lebih nyaman dan lengang.
Pada akhir pekan dan hari libur nasional, kuota harian dapat terisi 100 persen. Pengunjungnya banyak berupa keluarga dengan anak kecil, wisatawan dari luar daerah atau luar Jakarta, serta pemburu foto. Aktivitas yang umum dilakukan antara lain piknik, bermain di children playground, dan rekreasi. Area bermain anak dan Infinity Link Bridge biasanya lebih ramai.

Baca Juga :  ABK Dedy Tegaskan Dokumen Pribadi Bukan Jaminan Utang, LPS Soroti Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja oleh PT LAS

Petugas Tebet Eko Park mengatakan kepada Lensacyber: “Kalau weekday pengunjung sekitar 1000 orang, sedangkan saat weekend sekitar 4000 orang.”

Delapan Zona dan Fasilitas

Taman seluas 7,3 hektare di jalan Tebet Barat Raya, Jakarta Selatan ini memadukan fungsi ekologi, edukasi, dan rekreasi. Kawasannya menghubungkan bagian utara dan selatan yang sebelumnya terpisah menjadi satu kesatuan ekologis.

Tebet Eco Park memiliki delapan zona dan fasilitas berikut:
– Infinity Link Bridge, jembatan ikonik berwarna oranye berbentuk huruf S, setinggi tajuk pohon, yang menghubungkan area utara dan selatan.
– Children Playground, area bermain anak dengan seluncuran, pasir, dan area ketangkasan.
– Wetland Boardwalk, jalur papan kayu di atas lahan basah yang dirancang untuk mendukung pengendalian banjir alami dan edukasi ekosistem rawa.
– Community Garden, area khusus bercocok tanam dan edukasi bagi masyarakat serta komunitas lokal.
– Forest Buffer, kawasan hutan kota mini yang rindang untuk membantu menyaring polusi.
– Plaza, ruang terbuka atau paviliun yang berfungsi sebagai pusat orientasi, kegiatan komunitas, serta titik kumpul pengunjung.
– Thematic Garden, taman tematik yang terletak di bawah Infinity Link Bridge, sering dimanfaatkan untuk instalasi seni atau tanaman hias khusus.
– Community Lawn, ruang rumput terbuka yang luas untuk berkumpul, bersosialisasi, atau menggelar kegiatan bersama.

Baca Juga :  Pemcam Kandanghaur Sambut Kunjungan Silaturahmi Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI), Siap Bangun Sinergi Informasi untuk Publik

Fasilitas umum lainnya meliputi jalur joging sepanjang 1,7 kilometer, area olahraga luar ruangan, toilet, mushola, area khusus hewan peliharaan, dan area kuliner UMKM.
Tiket masuk Tebet Eco Park gratis. Parkir mobil dan sepeda motor tersedia juga gratis.
Jam kunjungan terdiri dari dua sesi setiap harinya: pukul 06.00–11.00 WIB dan 13.00–18.00 WIB.

Petugas keamanan mengatakan:”Jam enam pagi sudah dibuka setiap harinya. Ada sesinya Pak, dan kami standby sampai jam sepuluh malam.”

Akses Transportasi Umum

Pengunjung yang menggunakan KRL Commuter Line dapat turun di Stasiun Cawang atau Stasiun Tebet, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau ojek daring. Jarak dari kedua stasiun tersebut sekitar 800 meter yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.
Pilihan lainnya adalah TransJakarta Koridor 9 atau 9A dengan tujuan Halte Tebet Eco Park.

Taman urban ini dirancang sebagai oasis perkotaan terintegrasi yang berfungsi ganda sebagai pengendali banjir alami sekaligus pusat rekreasi warga.

ferdihtb