Ketua POM Sungai Laur Minta Pertamina Jual BBM Pertalite Dengan Cara Darurat, Pisahkan Kasus Mafia di SPBU 64.788.16

Lensacyber
A-AA+A++

KETAPANG, LENSACYBER.COM – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Orang Melayu (POM) Kecamatan Sungai Laur, Hendra Wahyudi, meminta Pertamina segera mengambil langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite bagi masyarakat Sungai Laur dan sekitarnya, meski SPBU 64.788.16 masih dalam masa penyegelan dan proses hukum.

Permintaan tersebut disampaikan Hendra Wahyudi kepada wartawan pada Kamis (4/6/2026), menyusul kondisi kelangkaan Pertalite yang telah berlangsung selama 10 hari sejak SPBU 64.788.16 Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, disegel oleh Pertamina pada 25 Mei 2026.

Penyegelan dilakukan setelah ditemukan dugaan pelanggaran distribusi BBM yang melibatkan mobil tangki Patra Niaga yang diduga melakukan praktik penyelewengan atau “kencing” BBM di jalan. Kasus tersebut kini masih dalam proses penanganan dan penyelidikan.

Menurut Hendra, dampak dari penutupan SPBU tersebut sangat dirasakan masyarakat. Harga Pertalite di tingkat pengecer mengalami lonjakan signifikan. Di kawasan Pasar Laur, harga Pertalite dilaporkan mencapai Rp17.000 per liter, sementara di daerah pedalaman bahkan menembus Rp20.000 per liter.

Baca Juga :  Delapan Rumah Di Desa Tobei Tenga Di Hantam Puting Beliung

Melihat situasi saat ini, kami meminta Pertamina tetap membuka akses penjualan BBM jenis Pertalite dengan mekanisme darurat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Hendra.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Sungai Laur mendukung penuh langkah Pertamina dan Polda Kalimantan Barat dalam mengusut tuntas dugaan mafia BBM bersubsidi yang terjadi. Namun, menurutnya, proses hukum tersebut seharusnya tidak mengorbankan kebutuhan masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Kami mendukung Pertamina dan Polda Kalbar untuk mengungkap pelaku mafia BBM bersubsidi secara profesional dan transparan. Namun kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Hendra berharap Pertamina dapat segera mengambil kebijakan sementara atau penjualan darurat selama SPBU masih dalam tahap pembinaan dan proses hukum berlangsung.

Baca Juga :  Petugas PLN ULP Waru Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang Yang Menimpa Kabel Listrik Di Desa Tagangser Laok

Ia juga memperingatkan bahwa apabila dalam beberapa hari ke depan tidak ada langkah nyata dari Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM di wilayah tersebut, masyarakat Sungai Laur berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes.

“Kalau dalam beberapa hari ke depan belum ada tindakan nyata dari Pertamina terkait penjualan Pertalite secara darurat, kami masyarakat Sungai Laur akan melakukan aksi demo,” tegasnya.

Sementara itu, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polda Kalbar, Pertamina, serta pemilik SPBU terkait persoalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.*(Roesliyani)

Pos Terkait

Read Also

Skandal Kencing Tangki Patra Niaga: Bukti Barcode Hanya Alat Tekan Rakyat, Bukan Pencegah Mafia

​KETAPANG, LENSACYBER.COM – Kebijakan QR Code atau Barcode...

Dr Herman Hofi Munawar S.H M.H Mengapresiasi Langkah Cepat Polres Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut

  KETAPANG, LENSACYBER.COM – Langkah responsif Polres Ketapang...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan