PURWOREJO, LENSACYBER.COM – Rencana aksi massa terkait penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Mini Zoo di Purworejo semakin menguat. Berbagai elemen masyarakat menyatakan siap turun ke jalan menuntut proses hukum yang dinilai transparan dan adil.
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan publik terhadap penanganan perkara yang dianggap tebang pilih, terutama setelah penetapan tersangka yang dinilai menimbulkan sejumlah kejanggalan.
Salah satu Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Purworejo Tuntut Keadilan, Sumakmun mengatakan konsolidasi aksi telah mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Masyarakat sudah lelah melihat penegakan hukum yang terkesan tebang pilih. Kami akan menggelar aksi besar untuk memastikan hukum berlaku adil bagi semua pihak,” ujarnya, Senin (20/7).
Dukungan juga datang dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat, dan praktisi hukum yang meminta aparat mengusut perkara secara menyeluruh.
Tokoh Ormas Brigade Joxzin Purworejo, Kelik mempertanyakan dasar penetapan tersangka. Menurutnya, dalam proyek berskala besar seharusnya penyidik juga menelusuri pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan, pengawasan, hingga aliran anggaran.
“Mereka semua sudah main gila dan berkhianat terhadap kepercayaan Masyarakat!” ujarnya
Tokoh senior Pemuda Pancasila Purworejo, Tresno Wibowo saat dikunjungi Lensa Cyber.com dengan keras menyampaikan “Publik ingin seluruh pihak yang bertanggung jawab diperiksa berdasarkan alat bukti, bukan hanya satu atau dua orang!
Masa cuma Agung (PPKom Dinas Pariwisata) salah satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, harusnya masih ada pejabat diatasnya yg lebih bertanggungjawab karena turut serta Menikmati menikmati uang hasil korupsi MINI ZOO 6,5 milyar itu!”
Proyek Mini Zoo sebelumnya diproyeksikan menjadi kawasan wisata edukasi. Namun, proyek tersebut diduga bermasalah, mulai dari dugaan ketidaksesuaian anggaran dengan hasil pekerjaan, kualitas konstruksi yang dinilai rendah, hingga proyek yang sempat mangkrak sebelum akhirnya diproses oleh aparat penegak hukum.
Hingga kini, konsolidasi aksi terus berlangsung. Massa mendesak aparat membuka penanganan perkara secara transparan, memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, dan mengusut kasus tanpa pandang bulu. Mereka menyatakan akan menggelar aksi besar apabila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan dalam penyidikan.










Tidak ada Respon